Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran fisik dan
struktur tubuh atau peningkatan jumlah dan ukuran sel yang dapat diukur dengan
mudah seperti berat badan dan tinggi badan (James & Aswill, 2007). Berat
badan bayi merupakan salah satu parameter pertumbuhan bayi. Banyak
faktor yang menghambat pertumbuhan dan perkembangan bayi, sehingga bayi tidak dapat mencapai
potensi genetik yang seharusnya, diantaranya adalah pemberian nutrisi dan
stimulasi (massage bayi).
Massaage adalah
terapi sentuh tertua dan paling populer yang dikenal manusia. Massage meliputi
seni perawatan kesehatan dan pengobatan yang telah dipraktekkan sejak
berabad–abad silam(Andrews, 2004). Pijatan bayi merupakan salah satu
cara yang menyenangkan untuk menghilangkan ketegangan dan kerewelannya. Karena
pijatan lembut akan membantu mengendurkan otot-ototnya sehingga ia menjadi
tenang dan tertidur (Rahayu, 2005). Pemijatan bayi merupakan sarana ikatan yang
indah antara bayi dan orang tuanya. Sejak awal kelahirannya bayi mengenali
seseorang melalui sentuhan, dan memijat memberikan rasa aman dan nyaman pada
bayi. Penelitian klinis menunjukkan bahwa sentuhan sayang dan pijatan membantu
bayi tumbuh lebih kuat dan tidur lebih nyenyak (Astuti, 2005).
Dalam buku Pedoman Pijat Bayi (Utami Roesli 2005)
disebutkan bahwa salah satu manfaat dari terapi sentuhan atau pijat dapat
meningkatkan nafsu makan dan berat badan. Apabila tindakan ini dilakukan secara
teratur dan sesuai dengan tata cara dan tehnik pemijatan bayi, bisa menjadi
terapi untuk mendapatkan manfaat bagi bayi. Ilmu kesehatan modern
telah membuktikan secara ilmiah bahwa terapi sentuhan dan pijat pada bayi
mempunyai banyak manfaat terutama bila dilakukan sendiri oleh orang tua bayi.(Adamson,
2003) Dewasa ini penelitian di Australia yang diungkapkan oleh Lana
Kristiane F. Flores membuktikan bahwa bayi yang dipijat oleh orang tuanya akan
mempunyai kecenderungan peningkatan berat badan, hubungan emosional dan sosial
yang lebih baik. (Roesli, 2008).
Pijat
bayi dapat segera dimulai setelah bayi dilahirkan, sesuai keinginan orang tua.
Dengan lebih cepat mengawali pemijatan, bayi akan mendapat keuntungan yang
lebih besar (Roesli, 2005: 14). Pemijatan dapat dilakukan pada waktu-waktu berikut
ini :
a.
Pagi
hari, pada saat orng tua dan anak siap untuk memulai hari baru.
b.
Malam
hari, sebelum tidur. Ini sangat baik untuk membantu bayi tidur lebih nyenyak (Roesli,
2005 : 14).
Selain waktu, ada beberapa hal
lain yang harus diperhatikan dalam melakukan pemijatan bayi ini, khususnya
persiapan sebelum pemijatan antara lain:
a.
Tangan
bersih dan hangat.
b.
Hindari
agar kuku dan perhiasan tidak mengakibatkan goresan pada kulit bayi.
c.
Ruang
untuk memijat diupayakan hangat dan tidak pengap.
d.
Bayi
sudah selesai makan dan sedang tidak lapar.
e.
Secara
khusus menyediakan waktu untuk tidak diganggu minimum selama 15 menit guna
melakukan seluruh tahap-tahap pemijatan.
f.
Duduklah
pada posisi yang nyaman dan tenang.
g.
Baringkan
bayi di atas permukaan kain yang rata, lembut dan bersih.
h.
Siapkan
handuk, popok, baju ganti dan minyak bayi (baby oil/lotion).
i.
Mintalah
izin pada bayi sebelum melakukan pemijatan dengan cara membelai wajah dan
kepala bayi sambil mengajaknya bicara.
Menurut dr. Utami Roesli tidak
ada tekhnik pijatan yang baku, setiap individu dapat menerapkan tehnik dan
tahapan pijatan dengan pedoman :
a.
Untuk
bayi berumur 0- 1 bulan, disarankan hanya diberikan gerakan usapan halus. Sebelum
tali pusat lepas, sebaiknya tidak dipijat didaerah perut.
b.
Untuk
bayi umur 1-3 bulan, diberi gerakan pijat halus dengan tekanan ringan.
c.
Untuk
bayi umur 3 bulan -3 tahun, bisa ditambah dengan tekanan.
Pemijatan
dimulai dari kaki, bagian dada, tangan, muka dan diakhir pada bagian punggung.
Berdasarkan 5 jurnal yang telah dilampirkan, kelima
jurnal memiliki kesimulan yang sama,yaitu terdapat pengaruh pemberian pijat
bayi terhadap kenaikan berat badan. Kelima jurnal menyimpulkan bahwa pijat bayi
dapat meningkatkan berat badan bayi dengan perhitungannya masing-masing. Oleh karena
itu teknik massage baby cukup efektif digunakan sebagai salah satu cara
untuk meningkatkan berat badan bayi.
Daftar
Pustaka:
Sugeng,
N., Gayatri. (2015). Efektivitas Massage Baby Terhadap Peningkatan Berat Badan
Bayi Usia 3-4 Bulan Di BPS BUNDA Kecamatan Mandiangin Koto Selayan Bukittinggi
Tahun 2014. 9 (57), 1693-2617.
Cahyanto,
E., B. (2008). Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Berat Badan Neonatus Dini Di Rumah
Bersalin Sehat Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar Tahun 2008. 2 (1), 52-61.
Sunarsih,
T. (2010). Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Kenaikan Berat Badan Bayi Umur 0-3
Bulan Di Bps Saraswati Sleman Yogyakarta Tahun 2010. 1 (2), 1-13.
Trisasmi,
I., Hasanah, O., Woferst, R. (2014). Pengaruh Terapi Pijat Terhadap Peningkatan
Berat Badan Bayi. 1 (2), 1-9.
Fitriani,
L., Nurhidayati, N. (2007). Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Peningkatan Nafsu
Makan Bayi Usia Ditas 6 Bulan Di Ploklinik Fisioterapi Handicamp International Wedi
Klaten Tahun 2007. 1 (3), 39-49.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar