Senin, 16 November 2015

Efektivitas Massage Baby terhadap Peningkatan Berat Badan Bayi

Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh atau peningkatan jumlah dan ukuran sel yang dapat diukur dengan mudah seperti berat badan dan tinggi badan (James & Aswill, 2007). Berat badan bayi merupakan salah satu parameter pertumbuhan bayi. Banyak faktor yang menghambat pertumbuhan dan perkembangan  bayi, sehingga bayi tidak dapat mencapai potensi genetik yang seharusnya, diantaranya adalah pemberian nutrisi dan stimulasi (massage bayi).
Massaage adalah terapi sentuh tertua dan paling populer yang dikenal manusia. Massage meliputi seni perawatan kesehatan dan pengobatan yang telah dipraktekkan sejak berabad–abad silam(Andrews, 2004). Pijatan bayi merupakan salah satu cara yang menyenangkan untuk menghilangkan ketegangan dan kerewelannya. Karena pijatan lembut akan membantu mengendurkan otot-ototnya sehingga ia menjadi tenang dan tertidur (Rahayu, 2005). Pemijatan bayi merupakan sarana ikatan yang indah antara bayi dan orang tuanya. Sejak awal kelahirannya bayi mengenali seseorang melalui sentuhan, dan memijat memberikan rasa aman dan nyaman pada bayi. Penelitian klinis menunjukkan bahwa sentuhan sayang dan pijatan membantu bayi tumbuh lebih kuat dan tidur lebih nyenyak (Astuti, 2005).
Dalam buku Pedoman Pijat Bayi (Utami Roesli 2005) disebutkan bahwa salah satu manfaat dari terapi sentuhan atau pijat dapat meningkatkan nafsu makan dan berat badan. Apabila tindakan ini dilakukan secara teratur dan sesuai dengan tata cara dan tehnik pemijatan bayi, bisa menjadi terapi untuk mendapatkan manfaat bagi bayi. Ilmu kesehatan modern telah membuktikan secara ilmiah bahwa terapi sentuhan dan pijat pada bayi mempunyai banyak manfaat terutama bila dilakukan sendiri oleh orang tua bayi.(Adamson, 2003) Dewasa ini penelitian di Australia yang diungkapkan oleh Lana Kristiane F. Flores membuktikan bahwa bayi yang dipijat oleh orang tuanya akan mempunyai kecenderungan peningkatan berat badan, hubungan emosional dan sosial yang lebih baik. (Roesli, 2008).
Pijat bayi dapat segera dimulai setelah bayi dilahirkan, sesuai keinginan orang tua. Dengan lebih cepat mengawali pemijatan, bayi akan mendapat keuntungan yang lebih besar (Roesli, 2005: 14). Pemijatan dapat dilakukan pada waktu-waktu berikut ini :
a.    Pagi hari, pada saat orng tua dan anak siap untuk memulai hari baru.
b.    Malam hari, sebelum tidur. Ini sangat baik untuk membantu bayi tidur lebih nyenyak (Roesli, 2005 : 14).
Selain waktu, ada beberapa hal lain yang harus diperhatikan dalam melakukan pemijatan bayi ini, khususnya persiapan sebelum pemijatan antara lain:
a.    Tangan bersih dan hangat.
b.    Hindari agar kuku dan perhiasan tidak mengakibatkan goresan pada kulit bayi.
c.    Ruang untuk memijat diupayakan hangat dan tidak pengap.
d.   Bayi sudah selesai makan dan sedang tidak lapar.
e.    Secara khusus menyediakan waktu untuk tidak diganggu minimum selama 15 menit guna melakukan seluruh tahap-tahap pemijatan.
f.     Duduklah pada posisi yang nyaman dan tenang.
g.    Baringkan bayi di atas permukaan kain yang rata, lembut dan bersih.
h.    Siapkan handuk, popok, baju ganti dan minyak bayi (baby oil/lotion).
i.      Mintalah izin pada bayi sebelum melakukan pemijatan dengan cara membelai wajah dan kepala bayi sambil mengajaknya bicara.
Menurut dr. Utami Roesli tidak ada tekhnik pijatan yang baku, setiap individu dapat menerapkan tehnik dan tahapan pijatan dengan pedoman :
a.    Untuk bayi berumur 0- 1 bulan, disarankan hanya diberikan gerakan usapan halus. Sebelum tali pusat lepas, sebaiknya tidak dipijat didaerah perut.
b.    Untuk bayi umur 1-3 bulan, diberi gerakan pijat halus dengan tekanan ringan.
c.    Untuk bayi umur 3 bulan -3 tahun, bisa ditambah dengan tekanan.  
Pemijatan dimulai dari kaki, bagian dada, tangan, muka dan diakhir pada bagian punggung.
Berdasarkan 5 jurnal yang telah dilampirkan, kelima jurnal memiliki kesimulan yang sama,yaitu terdapat pengaruh pemberian pijat bayi terhadap kenaikan berat badan. Kelima jurnal menyimpulkan bahwa pijat bayi dapat meningkatkan berat badan bayi dengan perhitungannya masing-masing. Oleh karena itu teknik massage baby cukup efektif digunakan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan berat badan bayi.
 
Daftar Pustaka:
Sugeng, N., Gayatri. (2015). Efektivitas Massage Baby Terhadap Peningkatan Berat Badan Bayi Usia 3-4 Bulan Di BPS BUNDA Kecamatan Mandiangin Koto Selayan Bukittinggi Tahun 2014. 9 (57), 1693-2617.
Cahyanto, E., B. (2008). Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Berat Badan Neonatus Dini Di Rumah Bersalin Sehat Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar Tahun 2008. 2 (1), 52-61.
Sunarsih, T. (2010). Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Kenaikan Berat Badan Bayi Umur 0-3 Bulan Di Bps Saraswati Sleman Yogyakarta Tahun 2010. 1 (2), 1-13.
Trisasmi, I., Hasanah, O., Woferst, R. (2014). Pengaruh Terapi Pijat Terhadap Peningkatan Berat Badan Bayi. 1 (2), 1-9.
Fitriani, L., Nurhidayati, N. (2007). Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Peningkatan Nafsu Makan Bayi Usia Ditas 6 Bulan Di Ploklinik Fisioterapi Handicamp International Wedi Klaten Tahun 2007. 1 (3), 39-49.
 
 
 
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar